Aluvial

Tanah Aluvial merupakan tanah endapan, dibentuk dari lumpur dan pasir halus yang mengalami erosi tanah. Banyak terdapat di dataran rendah, di sekitar muara sungai, rawa-rawa, lembah-lembah,maupun di kanan kiri aliran sungai besar. Tanah ini banyak mengandung pasir dan liat, tidak banyak mengandung unsur-unsur zat hara. Ciri-cirinya berwarna kelabu dengan struktur yang sedikit lepas-lepas dan peka terhadap erosi. Kadar kesuburannya sedang hingga tinggi tergantung bagian induk dan iklim. Di Indonesia tanah alluvial ini merupakan tanah yang baik dan dimanfaatkan untuk tanaman pangan (sawah dan palawija) musiman hingga tahunan. Dalam perjalanan, air menjalankan proses geologis. Air yang bergerak dari dataran tinggi, yang semula sangat sedikit dan akan semakin banyak berkumpul di daerah lereng dan lembah. Dan pada tempat datar arus akan melemah dan akan terjadi proses pengendapan unsur-unsur. Bila bahan yang di bawa hanyut air itu mengendap di dasar tebing sehingga terbentuk onggokan yang berbaris-baris maka bahan itu disebut delluvium (collivium). Pergerakan air akan melebar seolah merupakan lembaran yang tipis dan merata di permukaan tanah, akan mencari celah0celah bukit dan berkumpul membentuk alur air yang kecil dan beberapa alur tersebut berkumpul di bagian bawah akan membentuk parit-parit sehingga akan membentuk jaringan dan membuat sungai kecil. Bila bahan ini terangkut oleh gerakan air sampai ke saluran sungai dan diendapkan di sana, disebut Alluvium.